DIY,  Food,  Life,  Review,  Sustanaible

HIDROPONIK RAKIT APUNG MODAL 300RIBU DIY

Assalamualaikum readers 😀 Back to Urban Farming world, kali ini aku mau sharing cara membuat Do-it-Yourself Hidroponik Rakit Apung sendiri dirumah yang sudah berhasil aku buat dan aku sudah panen ada diatas 5x lebih dan Alhamdulillah hasilnya lumayan banget untuk produksi konsumsi keluarga dirumah. Bisa bikin emak happy buat bantu kebutuhan sayur rasanya happy banget, dan ini budget yang aku habiskan untuk membuat model rakit apung ini only 300rb. Penasaran seperti apa ? Yuk kita intip.

Nahh awal-awal aku pingin buat rakit apung ini sudah lama semenjak sukses praktek hidroponik dengan model ember kecil menggunakan sistem wick, baca disini habisnya itu ingin meneruskan cuma bentuknya lebih besar. Saat itu aku hanya melihat cara membuat rakit apung ini lewat youtube, tapi karena aku ingin banget bisa buat, sebelum aku buat aku lihat dulu contohnya di kebun Noja Hidroponik, disini semua sistem ada guys, jadi kita bisa belajar bareng-bareng, saat itu aku berkunjung di zaman sebelum covid mewabah negeri kita.

Cuman kalau bikin yang model dari baja seperti ini tentunya budgetnya lebih mahal, ada sekitar diatas 2 juta lebih karena material seperti ini termasuk pricey di Denpasar, belum termasuk atapnya, media tanam, kalau dijumlahkan semua bisa 5 jutaan termasuk ongkos tukang yang bikin, dll.

Bahannya apa aja?

Akhirnya setelah belajar dan surfing di internet, aku nemuin caranya, bedanya sih di prototype kotak sterofoamnya ada yang pake kotak gabus bekas untuk buah, anggur, dll, tapi disini mah susah nyari kotak gabus bekas, ya sudah ketimbang pusing nyari kesana kemari, aku beli aja deh kotak sterofoam ini sebanyak 12 kotak dengan total semuanya 200ribu. Sisanya 100ribu aku beli untuk benih, nutrisi ab mix, plastik uv, plastik bening meteran, lem sterofoam, dan pembolong sterofoam. Bahan yang aku sebutin semua menurutku penting banget untuk membuat model rakit apung ini. Untuk ukurannya setelah aku menggunakan 12 kotak ini adalah sebesar 230cm*50cm.

How to DIY

1.) Siapkan rangka sterofoam, lalu hilangkan salah satu sisi kanan & kiri untuk membentuk sebuah kotak yang besar, jadi pas tengahnya bisa kosong, dan untuk menempelkannya kita tinggal apply lem sterofoam untuk merekatkan kotak.

2.) Taruh rangka di atas meja, lalu rekatkan plastik bening meteran menggunakan selotip.

3.) Untuk sterofoamnya pasti ada tutupnya, kita bisa menggunakannya lagi sebagai penutup rangkanya dan agar benih bisa ditaruh kita bolongin menggunakan pelubang sterofoam yang sudah dipanaskan, ini aku lubangi bolongannya dengan diameter 3cm, jadi bisa naruh benih tanpa pakai netpot.

4.) Isi rangka dengan air, untuk ukuran 230cm*50cm ini mungkin ada aku isi sekitar 200-300 liter air, yang penting tingginya pas aja tidak terlalu kepenuhan, lalu tinggal dicampur nutrisi ab mix agar ppm air sekisar 400 ppm. Lalu selesai deh, kalau sudah punya tanaman yang udah disemai bisa dipindah benihnya ke rangka ini.

5.) Ini opsional aja, tapi karena dirumah banyak hama, jadi aku tutup pakai plasti uv yang aku rekatkan di sekitar pintu dan jendela, lalu sisanya plastiknya tinggal aku selipin aja dibawah kotaknya.

6.) Kalau mau tambah aerator/pompa untuk sirkulasi udara di air juga boleh banget, disini aku pakai aerator sih untuk asupan oksigen untuk tanamannya, tapi kalau gak mau pake juga tidak apa-apa.

Voila and it’s done…

Bagi teman-teman yang nanyain ini berapa lama aku buatnya, kalau cuma rangkanya doang aku bikin dari siang jam 12 sampai malem jam 7 karena ngisi air udah kelar kok termasuk mindah bibit ke rangka rakit apung ini jadi sekitar 7 jam karena aku ngerjainnya sendiri, kalau ada yang bantuin tentunya bisa lebih cepat. Alhamdulillah sebulan kemudian sukses panen pokcoy yang udah aku masak berkali-kali dengan ditumis, direbus, dll.

Bahagia sekali saat proses memanen mereka. Alhamdulillah. Karena ini sayur nanam sendiri yang aku suka kita bisa quality control, gak pake pestisida, jadi total organik, untuk rasa tentunya beda banget sama rasa pakcoy conventional yang ada di pasaran pada umumnya. Keistimewaan yang aku rasakan adalah rasa sayurnya tidak terasa pahit, lebih renyah, dan lezat. Dicoba sendiri deh dirumah bagi yang penasaran.

Untuk perawatannya tidak serepot yang dibayangkan kok, karena ini basic consepnya sudah sustainable dan praktis, kita tidak perlu menyiram tanaman seperti cara menanam conventional biasa, di diemkan berminggu-minggu juga tidak apa-apa selagi airnya ada, yang penting biasanya aku cek setiap pagi hanyalah control hama dan di perawatan air, karena kalau sudah masuk usia tanam mau mulai panen otomatis kita hanya perlu menambah nutrisinya saja, dan meng-check ada hama belalang/ulat/aphid yang biasanya menyerang tanaman jenis sawi ini. Untuk pemula aku sarankan coba aja yang gampang dulu seperti kangkung atau selada masih lebih mudah ketimbang menanam sawi dan pakcoy untuk di perawatan. Tanaman sejenis sawi & pakcoy ini emang disukai banget sama hama, telat aja nge-cek dari belalang sayurmu yang udah mau gendut dan hijau cantik-cantik bisa langsung habis dimakan si belalang.

Baca juga :

Cara menanam Kangkung di EMBER

Nah sekian post ku kali ini, teman-teman ada yang pengen nyobain juga ?

Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang ingin membuat rangka hidroponik sendiri

Thank you for reading

xoxo

15 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *