Life,  Review

HIDROPONIK MODAL 100RIBU (USIR KEBOSANAN SELAMA QUARANTINE)

source google

Bosan selama masa quarantine semi lockdown yang sedang menerpa negara kita ? Baca timeline, group, isinya semua berita update tentang corona, merasa takut, pusing, stress, sumpek, jenuh? You’re not alone, babe. Dunia lagi mengalami masa kelam, but still we can’t lose our faith, or optimism in our life and we have to stay home to help people, to help ourself. Belum pernah dengar dengan hidroponik ? Chill.. disini aku bakalan sharing pengalaman aku, menanam tanaman di tengah kota dengan modal 100ribuan. Penasaran seperti apa ? yuk kita intip.

Apa itu Hidroponik ?

Hydroponic berasal dari kata yunani, hydro artinya air dan ponos artinya daya, jadi dikenal sebagai soiless culture atau budidaya tanaman memanfaatkan air, tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman *source dr wikipedia. Jadi cocok buat daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas, lahan sempit, perkotaan.

Jujur aku ni orangnya rada males gak mau ribet, suka mageran, ngebayangin gua bertanem, nyangkul-nyangkul di tanah, belum bisa, nemu capung aja masuk kamar bisa bikin gua jantungan, anyway, hobby ini dimulai dari awal bulan January, saat itu salah satu metode urban farming yaitu hidroponik nongol di recomended video di youtube aku *thanks youtube algorithm. Langsung deh aku tonton, aku serap di otakku, ternyata ini jawaban mengapa waktu dulu aku mencoba menanam bawang, kangkung, di botol bekas aqua yang dikasih air, kaga mau tumbuh, ternyata ada resep & teknik di balik itu, entah rasanya hati aku langsung tergerak, untuk bisa menanam sayur-sayuran ini secara mandiri dirumah. Akhirnya, setelah surfing di internet aku iseng-iseng mencoba menanam hidropnik dengan sistem sumbu alias wick, sistem yang paling sederhana, bisa pakai aqua, botol bekas, tempat selai, toples, ember, dll. Akhirnya aku beli deh di Shopee hunting hidroponik untuk pemula yang isinya :

1.) Ember tempat isi air nutrisi

2.) 9 Netpot beserta kain flanel untuk sumbu

3.) 100 biji benih pakcoy

4.) Rockwool sebagai media tanam, bisa pake busa/kapas filter aquarium kalo mau lebih murah

5.) Nutrisi Ab-mix

Cara menyemai benih

1.) Siapkan rockwoll yang sudah dipotong dibagi 2 ini, kira-kira panjang cukup 10cm, lebar 6cm, ketebalan 2.5cm, terus dibagi 2, jadi masing2 memiliki lebar 3cm, potongnya bisa pake pisau, dan biasa aja kaya motong tahu, bedanya ini gak buat dimakan ya guys.

2.) Lalu siram rockwoll dengan air, lalu bolongin tengahnya menggunakan tusuk sate.

3.) Masukkan benih pakcoy ke dalam rockwoll, untuk pakcoy cukup 1 benih saja.

4.) Siram lagi pelan-pelan

5.) Taruh ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, kalo sudah tumbuh kecambah, baru deh dikenalkan di sinar matahari.

6.) Kalau sudah tumbuh daun sejati *memiliki daun 4, sudah langsung bisa dipindah ke ember.

Day 7 benih mulai semai

How to Grow

1.) Siapkan ember berisi air 1.5 liter

2.) Larutkan nutrisi ab mix di 2 aqua yang berbeda, masing-masing isinya 500ml.

3.) Masukkan nutrisi ab mix menggunakan tutup botol aqua kira-kira cukup 1-2x untuk air 1.5 liter.

4.) Masukkan netpot dan tanaman yang sudah tumbuh daun sejati seperti digambar ini.

5.) Voila, done.

Day 15 sudah muncul daun sejati

How to maintenance

1.) Siapkan alat cek ppm dan ph meter air, ini penting banget karena dengan alat ini kita bisa tahu berapa kadar nutrisi untuk tanaman kita.

2.) Siapkan pestisida, bisa organic/chemical, yang lebih bagus sih organic bisa bikin sendiri dari kayu manis, bawang putih.

3.) Siapkan pelindung dari hama *bisa plasti uv, insect net, paranet guna mencegah hama dari serangga, kutu,dll. Tinggal ditaruh diatasnya, bisa menggunakan benang, pipa pvc, liat diy nya di yutub banyak kok.

4.) Cek taneman setiap hari ya gunanya selain kita bisa memantau perkembangan pertumbuhan tanaman kita, ada hama atau tidak.

Day 21, muncul daun pakcoy yippe

Result

Day 45

Dan.. Taada… ini hasilnya, menggunakan sistem sumbu, tanpa aerator, bermodal 100ribu menggunakan bak ember bisa nanem pakcoy sendiri dirumah. Bisa dilihat dari segi kebersihan tentunya jauh lebih bersih ya karena media tanamnya air, kalo tanah kan kita harus bener-bener gosok bagian yang masih mengandung tanah, kalau ini enggak, bilas, makan langsung gpp, karena organic juga aman dimakan langsung. Alhamdulillah, jujur ini salah satu pakcoy yang bisa aku selamatkan dari serangan hama aphid, ulat, dan belalang yang menyerang pakcoy ini. Cobaannya kalau menanam sawi sejenis pakcoy ini ternyata banyak guys, banyak sekali pembelajaran saat mencoba menanam sawi pakcoy ini. Kalau ditanya kenapa nanem pakcoy ? kok ga yang lebih mudah aja macem kangkung gitu ya, karena memang dari dulu kalo sayuran selalu sukanya makan sawi hijau, caisim, pakcoy, itu kalau udah makan bisa langsung aku tumis sama bawang, atau paling mudah direbus aja terus dimakan sama kuah bakso, aduhai life is so wonderful.

How does it taste ?

Bagaimana dengan rasanya ? tentunya jauh berbeda. Biasanya sawi atau pakcoy yang aku makan di pasaran, rasanya ada pahit-pahitnya, nah yang ini rasanya sama sekali GAK ADA PAHIT GUYS! OMG! terus ada rasa manis-manisnya gitu, baik di batang ataupun daunnya terasa jauh lebih renyah. Meskipun sudah direbus, tetap aja berasa renyah. Pantesan dari harganya mahalan dikit dari harga yang pakcoy convesional. Sepadan dengan rasa, perjuangan merawatnya, dan modal awal untuk memulai usaha bercocok tanam ini. Anyway ini aku pakai sistem yang paling sederhana, di dalam hidroponik masih banyak sistem lainnya, seperti rakit apung, dft, nft, aeroponics, vertical, dll. Nanti aku bakal update deh, yang kepo bisa check IG aku @hshani9 atau @sustainablecamp disana aku sudah sharing macem-macem hehe.

Nah bagaimana teman-teman, setelah tahu begini cara bertani dalam kota

Ada yang pingin coba gak ?

Atau sudah ada yang pro ?

Share your story ^^ will be really glad to read yours

Thank you for reading

xoxo

 

18 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *