Food,  Jalan-jalan,  Journey,  Review

Jalan-Jalan Naik Kereta Cirebon Express

Assalamualaikum readers. Kali ini aku mau sharing rencana aku jalan jalan naik kereta Cirebon Express. Bagi yang tinggal di Jakarta pasti sudah pernah jalan-jalan kemana-mana menggunakan kereta Cirebon Express ini. Nah kalau buat pelancong dari Bali macem aku itu sesuatu yang masih baru, biasanya kalau jaman dulu, aku mesti harus atur jadwal kereta api dengan bantuan sanak-keluarga, kalau sekarang bisa lihat melalui online, nah gimana caranya tuh ? Yuk mari kita intip.

source pic : suara gratia fm

Cek Jadwal Cirebon Express

Solusi cek jadwal cirebon express melalui online yaitu dengan aplikasi Traveloka. Jujur deh semenjak kenal aplikasi ini mau kemana-mana tuh jadi mudah guys. Tinggal search tujuan destinasi di aplikasinya langsung beres, kita bisa langsung tahu berapa harga tiket untuk sekali berangkat, atau pulang pergi, untuk destinasinya jadwal keberangkatannya kereta Cirebon Express ini bisa dari Surabaya, Semarang, Jogja, Jakarta, Malang sampai ke Bandung. Karena aku ada rencana dari Bandung balik mau jalan-jalan ke Cirebon buat nengok keluarga, biar gak repot numpang sama mobil keluarga dari Bandung bisa pakai kereta menuju Cirebon.

Untuk jadwal keberangkatannya pun beragam ya, jadwal cirebon express dari pagi sampai sore juga ada nih, tinggal pilih sesuai kebutuhan dan keinginan saja dan bisa langsung check out dan untuk pembayarannya pun bisa via Traveloka PayLater. Apa itu fitur PayLater ? jadi di fitur ini kita bisa bayarnya nantian saja, bisa dicicil tanpa kartu kredit, tanpa biaya tahunan, dan tanpa uang muka. Untuk periodenya beragam ya bisa dibayar 1-batas maksimumnya 12 bulan kemudian. Untuk daftarnya bisa cukup sekali saja, kita tinggal memasukkan data pribadi dan proses verifikasinya paling lambat 60 menit. Praktis bukan ?! Easy.

Hunting Kuliner di Cirebon

Source Pic : IDN Times

Kalau sudah sampai di rumah keluarga di Cirebon, gak lengkap dong kalau gak hunting kuliner. Apalagi aku dan keluargaku semuanya pada suka makan. Kalau makan udah gak tanggung-tangguh mah sekalinya makan bisa dihitung makan besar. Kalau sekedar snack biasanya kalau mama sama aku doyannya makan tahu gejrot. Kuliner khas Cirebon ini udah populer dimana-mana ya, gak di Jakarta aja, aku dirumah di Bali juga sering bikin. Kalau di Cirebon sih biasanya penjualnya pakai sepeda sambil keliling atau gerobak, dengan menggunakan cobek kecil, biasanya dagangnya langsung ngulek dengan kuah bumbu gejrot yang punya rasa pedas, asin, dan gurih, lengkap dengan potongan bawah merah dan cabe ijo. Selalu ngangenin mah tahu gejrot ini, mungkin karena makannya selalu bareng sama keluarga pas sekedar lagi istirahat sambil nonton tv di rumah eyang aku.

Lanjuut..

Bubur Ayam khas Cirebon

Source Pic : ID.Tastemade

Bubur ayam ini emang sudah jadi langganan sih sama keluarga saben jalan-jalan pasti menyempatkan diri untuk nyobain bubur ayam khas kota setempat. Di cirebon atau pun Jakarta pun dimana-mana sudah banyak banget ya menyebar pedagang tukang bubur, jadi waktu itu aku sempet diajakin sama eyang aku pas keluar jalan-jalan buat makan bubur khas cirebon ini. Sayang belum sempat foto karena udah habis kelaperan sih. Yang aku rasain kuah kaldunya rasanya gurih, dengan potongan cakwe. Lalu bisa ditambahkan dengan sate usus, sate ampela, sate ati, sama sate telur puyuh. Aku biasanya langsung ambil sate usus sama sate telur puyuh, kesukaanku banget. Benar-benar enak banget perpaduan keduanya. Aku kangen makan ini lagi. Kalau di Bali ada yang mirip kayak bubur khas Cirebon ini tapi pastinya rasanya beda karena kalau disini jarang dijual bareng sama potongan cakwenya. Bubur ini memang meninggalkan kesan spesial di dalam memori hatiku *hasek.

Kerupuk Melarat

Source Pic : IDN Times

Siapa yang dirumah setiap hari selalu makan kerupuk ? *acung jari. Hidup tanpa kerupuk itu seperti life without ‘kerupuk’ feel so ‘meh’, alias kayak masak tanpa garam. Gak enak.. atau ada yang kurang gitu.. Rasanya gak lengkap kalau makan nasi dengan lauk pauk tanpa makan kerupuk mah. Entah kenapa gak di Jakarta, Surabaya, Bandung, Cirebon, saat berkelana alias lagi melancong selalu lihat kerupuk ini kalau lagi main ke pasar, atau pas lagi jajan di kios terdekat. Variasinya pun macem-macem, ada jualnya masih mentahan, sudah mateng, atau sudah dibumbu dengan bubuk cabe super pedas. Aku sama mama pasti dimarahin deh kalau minta yang sudah ada bumbu micin yang pedes. Disuruh beli yang biasa aja, oh iya perhatikan juga ya kalau beli kerupuk jangan sampe salah beli kayak aku sempat hampir beli yang melempem, kan sayang banget kalau gigit kerupuk yang sudah ‘ngales’ atau melempem.

Nah sekian post dariku. Sehabis jalan-jalan seharian mengunjungi sanak keluarga, aku sudah harus cabut lagi ke bandara buat balek ke Bali. Meskipun hanya sebentar, wisata kuliner ini meninggalkan memori nostalgia sendiri saat aku masih kecil sering naik kereta pas berkunjung ke Surabaya buat jenguk kakek-nenekku yang sudah menjadi almarhum. I miss them.

Baca juga :

Cara Cek tiket XTrans di Bandara

Hotel Murah Meriah di Malioboro

Teman-teman sudah ada yang pernah jalan-jalan naik kereta api kah ?

Share your story ^^ will be really glad to read yours

Thank you for reading

xoxo

 

30 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *