Gucci,  Jo Malone,  Review

PERBEDAAN PARFUM KW DAN ORIGINAL

Feel being cheated ? trust me you’re not alone.

Hai.. welcome to my new research lab. Hehe di post kali ini aku tidak ingin men-judge anyone, instead .. Aku ingin mengajak kalian yang membaca post ini untuk masuk ke dalam analisa riset yang sudah aku lakukan selama berbulan-bulan ini mengenai perbedaan parfum kw dan originalnya yang sudah masuk di pasaran negeri ini. Well .. penasaran seperti apa perbedaannya ? Yuk mari kita intip.

Latar Belakang Parfum Replika

Ceritanya dimulai dari mulut ke mulut untuk penyebaran parfum replika ini. Aku yang sudah mengenal Parfum macam Jo malone, Gucci, dari sosial media *yaitu one of my favorite beauty influencer yang dari Dubai macam Dalalid & Ascia, saat melihat story mereka yang mengiklankan parfum Jo malone otomatis menggelitik rasa penasaranku untuk mencoba parfum branded ini. Namun begitu aku melihat harganya yang ukuran 100 ml saja langsung mengempiskan niat ku untuk membelinya *untuk harga kalau sudah masuk Indonesia sekisar 2jt an lebih lah, sama seperti harga parfum Gucci di counter resminya di mall.

Lantas dari salah satu teman-ke teman, aku melihat ada yang menjual parfum mini size nya ini *sebutannya sih purse parfum, parfum berisi 20 ml, sebutan lainnya travel size, kecil dan gampang dibawa kemana-mana. Harganya ? Variatif. Ada beberapa seller yang menjualnya di harga sekisar 30rb-sampai 300rb padahal dari segi kemasan, kotak, sama saja. Aku pun tergugah tergelitik untuk membelinya dari salah satu temanku, yang saat aku tanyakan : “Ini Ori kan beb ?,” dan tentunya dijawab “Ori” oleh temanku. Well dengan harga dibandrol 100rb tentunya aku ingin membelinya, apalagi klaimnya original dari Dubai, tidak dijual bebas, dll. Tapi yang bikin aku ingin beli tentu saja karena harganya yang murah dengan bayangan ini adalah parfum “Original” langsung dibuat khusus dari factorynya. Itu imajinasi yang aku bayangkan saat memilih untuk membeli parfum ini.

Setelah research di website fragrantica, aku akhirnya memilih varian yang Mimosa & Cardamon. Saat parfum ini datang, aku excited banget. Saat aku buka kemasannya di dalam kotak yang dicetak di kertas dof artpaper gitu. Tampak tidak meyakinkan menurutku, botolnya tipis terbuat dari kaca, dengan aplikator semprotan dan tutup dari plastik, aku hanya bisa menikmati sebentar saja permirsah karena aku tidak sengaja menjatuhkan parfum ini yang seketika sukses langsung pecah dan bikin aku nangis bengek gara-garanya. Untuk wanginya ? jujur aku terkejut karena saat aku mencium bau wanginya di awal-awal ada bau buah tutty fruity scent yang manis, yang 7-8 jam kemudian dia bisa transformasi berubah menjadi bau bunga floral yang amat lembut. Aku pun beramsumsi oh ini toh bau parfum yang mahal yang dibilang bisa transformasi sama neng tasyafarasya *beauty vlogger yang beken. Gak nyesel deh gue pernah beli parfum ini. Akhirnya aku pun berniat ingin menjualnya, lumayan kan buat duit nambah jajan cilok.

Untuk keawetan jangan tanya deh, sekitar 3-5 harian baru hilang, mungkin karena seabrek cairan parfum yang pecah itu aku oleskan ke totebag ku yang dari kain dan tidak kucuci-cuci karena sayang dicuci toh ada aroma si parfum mahal. Lalu karena botol pecah, aku akhirnya mencoba untuk menebus penelitianku berikutnya dengan membeli Gucci Bloom yang pernah aku cobain di salah satu counter resminya di mall. Saat ini aku belum sadar barang purse parfum yang aku beli ini adalah replika permirsa. Saat barangnya nyampe, aku mulai curiga dengan kemasan kotak nya yang terbuat dari kertas cetak artpaper biasa, masa sih gucci begini pikirku pada saat itu, dan saat aku semprot baunya memang mirip sekali dengan yang aku cium di counter resminya, perbedaannya adalah menurutku ini parfum campuran yang wangi bibitnya hanya sekian %, lalu sisanya dicampur dengan alkohol yang banyak, karena wanginya mirip sekali, wangi melati seperti parfum arab menurutku yang biasa aku beli di dagang parfum arab, mirip tapi tidak sama, yang ini cepat sekali wanginya menghilang *mungkin hanya hitungan menit saja lalu hilang.

Lalu setelah itu beberapa hari kemudian, aku sempatkan untuk research banding dengan parfum yang ada di counter resminya di mall-mall besar di Bali, seperti counter parfumnya di level 21, Centro, Galeria, Duty free. For introvert like me, akhirnya aku memberanikan diri untuk masuk ke toko-toko itu yang auranya super mewah, dan dikelilingi oleh mbak-mbak/mas-mas banci yang aura wajahnya suka underestimated/whatever we called ‘biatch’, beberapa ada yang ramah juga dan merekomendasikan aku beberapa brand dan jenis parfum yang aku suka *aku suka bau musky, manis, dan deep, not too strong yet it can be soft, dari sekian merek seperti Louis Vitton, YSL, Carolina Herherra, yang bikin aku jatuh cinta adalah parfum Gucci Bloom serial nettare-di-fiori, itulah sebutannya. Harganya 2.2juta untuk yang size 100ml nya. Untuk gift set nya ini sekitar 4 jutaan lebih kalo gak salah. Harganya untuk gue sih bikin jantung copot rasanya hahaha.

Setelah balik dari counter resminya dan membawa pulang beberapa sample kartu bekas semprotan parfum original. Aku pun cukup yakin barang purse parfum yang sudah aku coba ini original karna baunya sama*entahlah betapa polosnya diriku ini yang mengamsumsi parfum travel ini ori di kejamnya dunia bisnis parfum yang rawan kw-kw-an. Setelah lempar bola dan mencoba mempromosikannya ke-teman-temanku, salah satu temanku ada yang mengingatkan perihal dengan cara menghujat, judgement, backstab *ini gak sehat sih, tapi aku anggap saja itu sebagai kritik dan pengingat untuk banyaknya produk kw yang beredar di beauty industri, tentunya setelah melihat ghibahan salah satu teman, aku langsung menelusuri lagi website-website resmi Jo-Malone dan membandingkan dengan seller-seller yang menjual parfum travel size ini, setelah membandingkan dengan keduanya, barulah aku sadar ternyata barang yang aku beli ini adalah replika/KW-annya *ah bodohnya diriku langsung tepok jidat.

Tidak ada Ori-reject, travel size 20ml, etc

Di IG, Tokped, Shopee, banyak banget beredar dengan sebutan ori-reject, pikirku kalo barang reject kenapa dijual bebas ya plus kok banyak lagi ? ternyata itu hanya botol aslinya yang diisi dengan bibit minyak + alkohol lagi alias parfum campuran, dari segi wanginya, botol, dll, tentunya tidak jelas asalnya dari mana, untuk purse parfum tentunya dari brand itu sendiri tidak menghasilkan, so bagi teman-teman yang ngarep parfum full size 100ml dengan embel-embel Ori-reject, Ori Singapore, itu KW ya alias FAKE. If you expect that will be the same just like the original one, you will be disappointed. But different kalau kamu sudah tahu itu fake, and you keep buying it, well that’s your choice coz it’s your money. No one gives a sh*t.

Solusinya ?

Research.. research .. and research..

Mengapa begitu mudahnya tertipu ? perihal yang aku paling rasakan adalahnya kurangnya riset yang selalu aku lakoni saat membeli skincare atau pun make up, sebelum membeli aku selalu research disana-sini dulu untuk masalah brand, dan olshop yang menjual keaslian produk tsb. Tapi karena kurangnya pengetahuanku akan parfum *tahunya parfum dari Arab doang si mah kalo gue kebiasaan kalo beli parfum ya di dagang Kampung Arab langganan hahaha. Kurangnya riset menyebabkan begitu mudahnya kita menjadi mangsa predator penyebar parfum-parfum replika seperti ini. Buat teman-teman yang sudah tahu jangan down dulu, we are human, if we never make mistake we never learn anything. It’s okay kalo baru sadar ternyata barang yang dibeli itu fake, you’ll learn something.

Jastip

Source Pic : trendyladies

Jastip itu juga salah satu solusi terbaru, kalo punya teman/keluarga yang tinggal di luar negeri bisa minta tolong dititipin deh sama jangan lupa kasih angpao *kemarin aku buka jastip tapi sekarang udah tutup ya, udah penuh kuotanya karena susah masukin parfum begini lewat bandara tentunya. Kalau ada yang pengen jastip di aku mungkin next aku bakal buka lagi, tapi kalo sekarang udah banyak yah jastip untuk di Korea/UK, dll. Sering-sering aja searching di internet pasti nemu.

Ke Counter Parfum Trixie

Source Pic : Trixie Web

Ini salah satu rekomendasi teman. Kalau yang tinggal di Surabaya/ Jakarta sih enak bisa langsung nyelipir ke counternya. Di tempat ini menyediakan bahan-bahan bibit minyak yang asli impor dari Eropa. Well.. at least parfum trixie ini tentunya bisa dijadikan solusi buat teman-teman yang gak mau beli parfum branded kw, untuk kualitas dll, tentunya tergantung seberapa banyak campuran oil dan alcohol *makin banyak minyak bibitnya tentunya makin mahal, tapi setahuku paling mahal sekisar 200-300rb an.

Parfum Arab

Source Pic : Travelvui

Alternatif lain kalau malas kemana-mana dan parfum sudah habis ya sudah palingan aku window shopping di Langganan Parfum Arab yang biasa aku beli *atau dapat oleh-oleh dari keluarga pas ke Indonesia, soalnya wanginya parfum Arab sungguh aduhai awet-awet, tidak mengandung alkohol tentunya, memang banyak parfum yang baunya kayak menyan, tapi serius deh kalo sudah nemu yang cocok enak banget loh dan super awetnya *aku sempat olesin di baju dicuci 2-3x baru hilang bau parfumnya saking keroso banget minyak bibitnya.

Menabung dan belilah di counter resmi

Image result for menabung

Nah ini tentunya solusi terakhir dan sebagai penutup di post research lab ini. Tentunya sensasi saat kamu menabung untuk sesuatu yang kamu impi-impikan dan kamu sukai itu menjadi tantangan tersendiri, dan pulang dari membeli di counter resmi pun beda banget rasanya saat kamu beli dari online shop *tentu beda banget yah, kalo di counter kita pasti dapat paper bagnya, kotaknya, senyuman dan sapaan spg, dan suasana counter parfum itu sendiri yang selalu menyimpan wewangian yang ‘magical’.

NB : Postingan ini tidak bermaksud untuk meng-judge siapa-siapa, melainkan untuk meng-edukasi masyarakat atau orang yang masih awam di dunia ini guna mencegah korban selanjutnya *cukup korbannya gua ya kasihan kalo makin banyak.

Well sekian post kali ini.

Semoga bermanfaat.

xoxo

23 Comments

  • Mellisa

    Aku awam banget nih kalo soal parfum mewah kaya gini. Haha. Nyesek juga ya kalo beli kw, apalagi di olshop banyak bgt ya produk kw beredar. Harus lebih teliti lagi.

    • Mei Wulandari

      Aku ikut sedih pas bangian parfum pecah Mbak. Jujur sih kalau ditanya aku pasti ga bisa bedain antara yang KW atau ORI. Belum pernah coba. Tapi emang perlu research ya masalah beginian biar ga ada efek negatif ke kulit juga

      • Ratnasari

        Betul nih biasanya kalo produk KW bisa keliatan dari kemasannya dulu atau label produknya
        Harga yang lebih miring memang lebih menggiurkan yaa tapi mending nabung dulu aja buat beli yang ORI

  • Tori

    sebel jg ya beb. udah beli trnyta kw gitu . emg amannya mnding jastip ato nabung buat beli dikonter resmi nya. klo ak biasanya nunggu ada sale trus beli bbrp sekalian buat stok 😁

  • Tami Oktari

    Memang rawan produk kw ya sekarang kak. Apa aja dibikin kw hmm aku belum pernah sih beli parfum mahal yang harganya jutaan wkwk

    • Anne

      hahaha sama beb paling mahal itu ak beli tbs white musk for men skisar 800rb an itupun stlh harga diskon waktu itu dari counternya

  • lendyagasshi

    Aah…suka banget sama tulisannya.
    Bener-bener buka dunia baru buatku yang masih sering grasa-grusu kalau belanja barang, yang katanya ori ini.
    Aku memang gak pernah beli travel size atau sharing size siih..
    Karena ngebayanginnya si penjual nge-bagi-bagi ke dalam sebuah botol.
    Emm…

    Btw,
    Parfum Arab memang non-alkohol, tapi bukannya bekasnya ga ilang yaa…kalau dioles ke baju?

    • Anne

      yg share in jar juga aku gak yakin kan bisa aja dicampur sm alkohol banyak2, klo parfum arabnya bisa setelah dicuci 2-3x ilang baunya, jangan aja dioles di baju putih bisa langsung kuning deh

  • Faradila Putri

    Woah thank you mbak insightnya. Aku harus hati hati kalau beli parfum nih. Tapi biasanya aku yang terakhir. nabung dulu hahaha. Soalnya klo parfum mahal pasti aku pakenya jarang jarang. Kalau sehari-hari yang biasa aja asal wangi (dan rapih tentunya)

  • Atisatya Arifin

    Sama banget beb sama aku, sempat tergiur beli online tapi mikir sendiri kayanya nggak mungkin ya bisa semurah itu untuk parfum branded. Terus ngeri juga nggak sih kalau parfum KW gitu takutnya nanti malah bikin iritasi ke kulit? Yah ujung2nya aku beli parfum yang udah ada di pasaran aja. Alhamdulillah cocok banget sama parfumnya Wardah dan Herborist.

  • Grandys

    aku masih setia sama parfumed TBS nih mba hehe. Agak ngeri sih kalo beli parfum mevvah gitu, yaitu tadi aku tuh kan polos d dunia parfum gini takut terjebak gitu aja wkwk. Makasih mba buat research nya!

  • Nur Arviani

    bermanfaat banget nih ka informasinya hahah kalo dulu wktu seklah aku suka beli parfum yang 10ribuan trus wangi2nya brand brand mahal gitu, cuma udah tau itu ga asli sih xD

  • Ruffie Lucretia

    Mba, mau nanya klo misal beli parfum online klo misal mereka bilangnya “parfum sample” buat di counter counter terus mereka jual itu ori gak sih? soal harga sih gak beda jauh, tapi lumayan 100 200an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *