Animal,  Animal cruelty,  Vegan

Kegalauan & fakta dibalik makna ‘Animal Testing’

Assalamu’alaikum readers ..

Hmmm.. di post ini aku akan mengupaz makna ‘animal testing’

apakah itu ?

yok mari kita ke TKP ..

Post ini dibuat bukan untuk menakut-nakuti, ngebohongi/ngebullsh*t, melainkan mengajak readers khususny di negeri indo ini untuk sadar or setidaknya paham lah akan ‘fakta’ di balik makna animal testing, at least sebagai pembeli you know barang” ini buatnya dari mana aja, but this post contain many cruelty things, jadi kalo yg ‘atut’ tutup mata aja y xD

Sebenarnya banyak temen-temen atau pun pembaca yg bingung dari arti ‘animal testing’, benerny kalo diartikan bahasa indonesia artinya ‘menge-tes hewan’ dan jika dalam bahasa inggris makna ‘animal testing’ sangat luas.  Gak hanya di kosmetik, dalam fashion, makanan, semua yg berhubungan di dalam hidup kita pasti mengandung ‘animal testing’.

Contohnya pasti banyak yg masih heran tentang perbedaan kosmetik halal & kosmetik cruelty free, mengapa merek” yg sudah memiliki halal world certificate macemnya Dove, Johnson & Johnson dinyatakan oleh PETA termasuk yg melakukan animal testing.

” Ya iyalah masuk daftar list ‘animal testing’, kandungan bahan utama Dove kan susu sapi,”

” Kok bisa gitu sih sis ? I don’t understand,”

It’s simple. 1 hal PETA & Halal World Organization adalah organisasi yg sangat berbeda (dari namanya aja udah berbeda :p). Yg satu Vegetarian dan tergolong Universal (tidak ada konsep agama ), sedangkan yg satu adalah organisasi Muslim, tentunya pasti konsep dalam mengambil keputusan sangat berbeda. Yg satu (PETA) pukul rata tanpa melihat bulu, apapun itu bentuknya kalo sudah memakai bahan dari hewani positif ‘animal testing’, Yg satu Islam menghalalkan mengambil keuntungan dari hewan selama tidak menyiksa hewan tsb (namun ingat bukan dari hewan yg haram), contohnya saben Idul Adha kalo mau menyembelih kambing diwajibkan memakai pisau yg sangat tajam agar nantinya tidak menyiksa hewan tsb, dan diwajibkan saat menyembelih mengumandakan asma Allah (tentunya si hewan tsb ‘ikhlas & langsung tenang’ jika dia mendengar asma ‘Tuhan’ karena Tuhan lah yg langsung mengambilnya) namun jika saat penyembelihan memakai pisau tumpul tentunya si hewan merasa ‘tersiksa’ and of course Wallahu’allam kita gak tahu balasannya apa tapi yg jelas segala sesuatu harus dipertanggung jawabkan di akherat nanti. Makanya oleh sebab itulah Allah mengharamkan memakan segala sesuatu tanpa mengucap asmanya (contoh : ayam yg halal buat dimakan pun jatuhnya jadi haram jika saat disembelih tidak menyebutkan asma Allah).

Terus apakah kosmetik halal yg jelas” menganut animal testing melakukan kekejaman seperti gambar di bawah ini ?

peta.org

I don’t know, aku bahkan gak pernah ke pabriknya langsung, tidak pernah menjadi saksi dibalik fakta animal testing tsb, tapi FAKTA yg jelas adalah Islam MENGHARAMKAN menyiksa binatang.  Gak tahu makna Haram ? haram itu artinya ‘dilarang keras oleh Tuhan’. Contoh : Si A akan masuk ke neraka jahanam jika membiarkan hewan peliharaannya dikurung & mati kelaparan. Bayangkan saja mengurung hewan sampai  mati kelaparan saja sudah bisa memasukkan seseorang masuk ke neraka jahannam, apalagi sampai menyiksanya dengan menyuntikkan bahan” kosmetik seperti yg di postku ini. So yg pasti kosmetik apapun yg sudah memiliki logo halal tidak menganut sistem penyiksaan yg seperti di gambar diatas, namun masih ada yg dinyatakan ‘animal testing’ oleh PETA. Sudah mengerti sampai tahap ini kan ?

Fashion dari Kulit Binatang ~

Tas dari kulit ular, kulit buaya, kulit sapi, harganya pasti tergolong cukup ‘mahal’ bahkan ada yg harganya bisa beli satu rumah mewah ~ banyak orang yg memiliki gaya hidup bermewah-mewahan seperti ini bahkan mengaggapnya adalah suatu kemewahan dalam keunikan hidup yg setidaknya harus dimiliki, gak usah jauh” kita bisa melihat  contoh dari selebritis” di tanah air yg ‘bangga’ memamerkan koleksi tas” dari hewan yg mereka miliki, hanya demi ‘status’ ‘gengsi’ ‘a glamour life style’ and yg pasti biar dianggap ‘orang kaya’

 

Inilah fakta dibalik pembuatan tas kulit ular, buaya, etc

Habis ular ular ini dipanggang ~ dikuliti, dimelar, di jahit ~ bahkan dulu saat aku masih kecil, aku pernah nonton di TV cara pembuatan tas dari ular yg ularnya dikembungin sampe pecah. Sadis .. sadis .. sadis… and tentu saja jika membeli tas, sepatu, etc yg mengandung dari kulit” hewan tanpa sengaja kamu sudah ‘support’ kekejaman yg sudah dialami oleh mereka.

image source : http://avaxnews.net/

Jacket dari bulu angora dijual bebas di China, masyarakat bahkan sangat menyukainya & laku keras ~ namun apakah kamu tahu dari pembuatan jacket tsb, kelinci ini mengalami siksaan yg gak bisa kamu bayangin.

Setelah tumbuh bulu, kuku mereka diikat, lalu bulunya dicabut satu” dengan kasar, terdengar pekikan rintihan si kelinci ~ setelah seperti itu dikembalikan lagi dimasukkan ke dalam kandang, terus ntar jika tumbuh bulu lagi, diseperti itu kan lagi, makanya gak heran banyak beud kasus hewan bunuh diri, menolak dikasi makan,MENOLAK untuk ‘hidup’. Dimanakah rasa ‘kemanusiaan’ mu wahai manusia ???

Makanya berhati-hatilah .. kalo lihat jacket bulu bulu ~  tanyalah sama pedagangnya, si ‘bulu’ ini dari mana ? kalo sampe berasal dari bulu ‘hewan’ .. hiii……

Duhh… bener-bener kejam!

Aku bahkan gak mau ngarep lagi punya jacket kulit sapi saat melihat gambar ini (syukurnya sih belum pernah beli)

Ya kalau saat si sapi dipotong dengan secara ‘halal’, kalau tidak ?

Peta.org

Makanya saat tahu fakta pembuatan jacket kulit/bulu, jadinya kalo ke toko dan kebetulan ada sepatu/jacket yg kutaksir bahannya dari kulit, aku pasti sibuk nanyain :

” Ini dari kulit apa mbak ?,”

” Dari kulit sapi mbak,” jawab si SPG dengan tampang ‘riang’. God, can u believe it ? si spg pasti menganggap aku mencari kulit dari ‘sapi’ yg menurutnya kulit sapi itu identik dengan kualitasnya ‘lebih awet’ terkesan ‘exclusive & mahal’ dan lebih bagus. Meskipun kenyataannya begitu, tapi yg kuinginkan adalah yg dari syntetic. Rasanya miris di hati.

” Yahh.. saya gak mau dari kulit sapi, maunya yg dari syntetic, gak ada ya ?,” jawabku. Si spg bingung, terus spg lainnya datang menghampiriku.

” Maaf mbak produk yg kita jual semua dari kulit ‘asli’ tidak ada yg sintetic, ini ada yg dari kulit ular, mau  mbak ? asli loh dari ular kobra, piton, exotic banget kan mbak ~ selebritis kita udah banyak yg  make dan menjamin dari segi kualitas, bla bla bla bla…,”  dia menawariku produk” lain, sepatu dari kulit ular, sapi, buaya, and of course dengan senyum menyeringai ala meme.

” Gak .. makasih,” langsung ngeloyor pergi with poker face.

Kabuuurrrr!!!!!!!!!!!!!!!!!!

So .. bagaimana mencari dan membedakan kulit hewan dan kulit sintetis ? mereka mirip beud, tapi banyak kok bedanya.

Setelah mampir di toko boots yg menjual dari kulit sapi, jelas aku bisa merasakan perbedaan kulit syntetic & yg hewan. Kulit dari hewan pasti terasa ‘berat’ dan saat memegangnya pasti ada teksur yg berbeda-beda (ada yg kasar ada yg halus), sedangkan kalau kulit sintetis ringan, teksturnya sama rata, kalo kasar ya kasarnya semuanya, kalo halus ya haluus semuanya, dari hewan kulitnya pasti jauh lebih tebal sedangkan yg sintetis tipis. Dari segi baunya pun jauh berbeda, yg satu bau ‘hewan’ yg satu bau ‘kimia alias bau cat’, and yg jelas sih juga dari segi harga, yg satu (hewan) ‘mahal’ yg satu (syntetic) lebih terjangkau.

Aku jelas dong lebih suka dan support kulit synthetic, selain lebih ringan, di kaki jg rasanya gak panas (sepatuku ada yg dari kulit sintetis), beda banget memakai sepatu yg berbahan dari kulit asli dan kulit sintetis yg jelas sih kulit asli rasanya panas, sudah dari segi harga jauh lebih terjangkau, tidak mengandung ‘penyiksaan’ yg dialami oleh hewan” tsb jadi merasa tidak berdosa saat membeli barang tsb. Banyak kok tas/sepatu/jacket yg dari kulit sintetis, biasanya sih di dapet dari toko” yg ngejual tas/sepatu dengan harga yg terjangkau, kadang untuk lebih menarik perhatian masyarakat dikasih deh yg ada tulusan ‘merek’ mahal tsb apapun jadi, dari harga juga terjangkau dan sesuai dengan ‘harga’ di masyarakat pada umumnya. Bukannya ngedukung perusahaan yg bikin produk rupa” kulit tapi yg jelas gue gak dukung perusahaan merek” berduit yg menganut sistem kekejaman & penyiksaan tsb*selagi jg g ono duik wkwkwk ogah lah ya ngeluarin duit mahal” cuma buat mendukung perusahaan tsb makin ‘menjadi’ melakukan penyiksaan & kekejamaan atas hewan” tsb (I referred yg menggunakan bahan” yg berdasarkan hewan ya). Pingin sih beli yg ber-brand & basicny syntetic n cruelty free, tp adanya di luar negeri *hikss.. perhaps one day I wish there’s community (I hope I’m one of the bosses xD) who support animal cruelty, they sell branded things like douche bag, shoes, food, yg yap bebas dr ‘kekejaman’. But kalo yg kepingin brand lokal n teteup cruelty free cari aja yg bahannya tidak memakai dr bahan hewan (selese sudah problema xD. 

Makanan

animal testing juga pastinya ‘berlaku’ buat makanan, banyak banget fakta kekejaman hewan yg dialami hewan” ini, contohnya aja foie gras.. makanan dari perancis yg harganya ‘mahal’ dan dianggap makanan orang ‘kaya’. Dulu aku sempat penasaran dan pingin nyicipin kuliner ini, tapi begitu tahu fakta dibalik pembuatan foie gras, duh mau muntah.

ibabuzz.com

Habis dicekoki dan di siksa begini, terus dibunuh… voilaaaa ada di piring .. terus dimakan.. Sadisnya ~

Heran deh ngelihat orang” yg merasa bangga memarkan di gadget” (macem ig) dengan hashtag #foiegrass #foodporn #luxuryfood bla bla bla.. ini mereka gak tahu, atau tahu tapi mengacuhkan ?!

Kekejaman dalam peternakan ayam

salon.com

Unhappy chickens cause low quality of meat.

Sering lihat kan pemandangan begini ? di saat lagi di jalan, tahunya nemu mobil pick up yg penuh dengan ayam-ayam ini yg dijejelin paksa masuk dalam kerangkeng yg kecil, sesak, penuh kotoran, kepanasan di jalan di siang bolong, bahkan banyak dari mereka yg sudah mati kepanasan dengan leher menjulur keluar karena gak bisa nafas. Ya Allah.. yg bikin ku miris, apakah Ayam-ayam yg kumakan di rumah *meski sudah membeliny di supermaket yg sudah disertifikasi halal/dari pedagang muslim dan disembelih scr halal, apakah ayam ayam yg kumakan mereka jg mengalami hal seperti ini? Wallahu’allam.

Afgan nyanyi sadis ~ ganti aja liriknya dengan hewan” tsb .. pasti rasanya beda. Ini masih mending sadis dalam perihal ‘cinta’ meskipun  itu sakit namun sakit tsb kagak bisa dibandingkan dengan penderitaan hewan” ini.

Sebenernya sih masih banyak animal testing dalam bidang lainnya ~ tapi segini dulu deh. Benernya aku berharap beud di negeri ini bakalan ada lembaga macem PETA yg mengontrol kasus ‘animal cruelty’ mau dibalik pangan, fashion, anything yg berhubungan dengan ‘cruelty’, bahkan bisa lebih meng-‘edukasi’ masyarakat Indonesia agar makin sadar & ‘melek’ tentang kasus kasus animal testing ini.

1 tindakan dari kamu berarti banget buat hidup hewan-hewan ini. Sharing is ‘Caring’

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, cintailah & hargai sesama makhluk hidup

Semoga saudara-saudara kita di Gaza selalu terselamatkan oleh Tuhan & masalah politik & perang cepat berakhir Ya Rabb

Thank you for reading

May God bless u all

xoxo

15 Comments

  • Lintang

    animal cruelty itu ada dimana-mana, Shan.. peternakan apapun di indonesia SEMUANYA melakukan animal cruelty (soal kandang, cara panen & pengangkutan). pekerjanya tuh yg gitu, pemilik peternakannya kadang tau tapi membiarkan (yg penting untung).

    pemotongannya juga kejam. aku paling miris waktu berkunjung ke RPH, ngeri liat para jagal disana memperlakukan sapi sebelum disembelih. iya sih cara menyembelih sapinya pakai konsep halal, tapi proses sebelum nyembelih itu yg kasar. tindakan mencambuk, memukul, menendang, menarik ekor itu udah termasuk animal cruelty. hampir semua RPH di indonesia kayak gitu, brutal.. dulu pemerintah australia pernah ngambek & stop ekspor sapi ke indonesia gara2 tau sapi2nya diperlakukan kasar disini

    foto2 animal testing di google emang bikin nangis ya.. aku sedih banget lihat foto anak monyet memeluk induknya dgn badan penuh luka, foto anjing sekarat, badannya hancur. ya ampun, itu semua cuma demi kosmetik.. apa gunanya manusia jadi cantik kalo di balik itu ada hewan2 yg disiksa

    maaf commentnya kepanjangan nih..

    • Hatta Shani

      ya ampun Ya Rabb… bener” dah terlalu bgt y di indo ini haduhhh, oh iy dulu smpt ya beritanya kukira cm krn mereka g mw pake cr disembelih mwny yg dipakein tongkat listrik tyt begitu ya haduu Ya Allah TT–TT *mw nangis lemes dah rsny
      iy bikin perih miris ngilu ngeliatnya, gpp lin kt saling brtukar informasi

  • Vani Sagita

    Anne serem bener liatnya. Sebelomnya gue gak terlalu perhatiin sih tapi emang yg kulit asli mahal jadi sayang mau belinya. Cuma kalo liat kaya gitu aduh kesian banget apalagi si kelinci dicabutin gitu ampe menderita banget idupnya. Gak tega :'(

    • Hatta Shani

      iy van ngeriii bgt, waktu ke tokony yg kulit asli bs ampe jutaan duh ud ngabisin duit cr ny begitu lg ngapain kt jd manusia bener” dah mending pilih yg murah meriah aja y yg penting syntetic n g pake nyiksa” gtu

  • Ica Elriyashi

    Astagfirullah… ga habis fikir sampe setega itu.. pengen nangis liatnya, miris banget shan :'( percuma pinter tapi hatinya jahat..
    kalau udh liat yg kaya gini cuma bisa ngelus dada,,hewan aja g kaya gitu sama hewan yg lainnya.. aku baru yg kelinci itu ampe dicabutin bulunya kaya gitu. astagfirullah ..
    iya bener bgt shan,hanya untuk urusan “gengsi” dan pandangan org semata” beberapa org dengan bangganya punya barang2 yg kaya gitu.. pdhl kan idup ini g cuma di dunia doang..smuanya bakal dipertanggung jawabkan..

    kalo dr segi undang2 d indo itu gmn y shan?? diatur atau g y?

    • Hatta Shani

      hu uh org” kayak gtu kagak mikir akherat, iy sedih banget ya sayangnya di indo ini belum ada UU yg berlaku buat animal cruelty, yahhh masalah korupsi aja kagak pernah tuntas y apalagi yg begini kayak kasus animal cruelty di zoo sby aja kagak klar” tuh*ngelus dada ngerasa miris bgt T.T tp ttp saja optimis smg negara kita utk kedepan bs lebih baik lg y plus smg aja makin byk org yg sadar akhirny ad organisasi kyk peta di negeri ini ^^

  • sfffra

    Animal Testing itu memang kejam kak Shani, bahkan obat-obatan yang dijual di apotik2 pun dicoba ke hewan2 yang polos unyu2 ora kuadh itu >_< tapi kak untuk soal pakaian/aksesoris yg mengandung kulit binatang itu masih bisa kita pake asalkan hewannya halal&disembelihnya sesuai syariah. kalo kak Shani mau dapetin stuffs semacam itu mungkin harus dateng ke pengrajin-nya langsung & harga juga mehel -,,,,,-

    • Hatta Shani

      g smw kok dicoba k hewan, bbrp ad yg synthetic tp yaah ngmgin obat klo msh bs ya mnding konsumsi ke herbal aja y ^^ iyaa aku ud k pngrajinnya lsg tp ya itu ya mehong, mending beli yg sintetis aja murah meriah n cruelty free 😀

  • Dao Sukhon

    Informasinya berguna banget kak, thanks for share…
    aku juga udh mulai aware dgn menghindari kosmetik2 yg testing on animal dan jadi vegetarian (udh sejak SMA), andaikata udh terlanjur kebeli skincare yg animal testing aku komit bwt ngabisin skincare itu, paling nggak kita menghargai dan tdk menyia-yiakan pengorbanan mereka… dan skincare itu aku pake dengan respek juga…

    by the way martha tilaar semuanya udh against animal testing loh, dan kualitasnya ok punya.

    • Hatta Shani

      wah kamu hebat ud sjk sma ud tw, betul bgt slain halal mrk jg ud against animal testing jempolan yak buat merek lokal *toosss dulu dong 😀

  • Aqee

    Kak nanya produk free animal testing pasti halal ga ka? Dan ga mengandung cochineal #benergangejanyaka?
    Reply ya kak
    Need banget hehe
    Makasiih kak

  • AP

    Hai, artikel nya bagus. Cuma mau meluruskan aja, “animal testing” itu ya d uji cobakan/ di tes kan ke hewan. Ngak ada makna lain. Dove, seperti yg kakak blg diatas, memang di tes kan k animal. Saya kurang tahu menahu tentang sertifikasi halal. Tapi yang jelas, dove masuk ke daftar PETA “animal testing” BUKAN karena dia mengandung susu (bahan hewani). Tapi karna produknya memang di tes kan ke hewan.

    Ada lagi istilah “VEGAN”. Produk vegan artinya produk tersebut sama sekali tidak mengandung bahan dari hewan (susu, beeswax, lanolin, dll). Produk vegan bisa saja masuk kategori “animal testing”. Karna meskipun sama sekali tdk mengandung bahan yg berasal dr hewan, produk akhirnya atau bahan bakunya di tes kan ke hewan.

    Sebaliknya, produk yang non-vegan, bisa saja TIDAK “animal testing”.

    (MUNGKIN saja, dove, shampo2 dan sabun2 yg dpt sertifikasi halal, adalah yg diproduksi d indonesia, yg tidak di tes kan ke hewan).
    Dove pantene loreal dll dll tdk hanya ada d indonesia. Dan mereka masuk dalam daftar brand yg melakukan “animal testing” oleh PETA. Artinya memang mereka melakukan tes tersebut, tapi mgkn hanya d negara2 tertentu.

    Saya sendiri pakai makeup,dan alat mandi, bahkan hairspray yang TIDAK melakukan animal testing. (Biasanya merknya tidak terkenal)

    Sekian. Semoga membantu 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *